Pengangkatan K.H. Hendra Zainuddin Sebagai Mursyid Toriqoh Oleh K.H. Achmad Chalwani
Live Video



Kontak Person:
Ust. Halimi: 081278300119
Ust. Ahmadi Nejad: 082337881513
August 2018
S M T W T F S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Counter Visitor

Total Visitor todays: 26
Total Visitor yesterdays: 41
Total Visitor bulan ini: 453
Visitors Online: 1
Total Visitor: 120200

[psc_print_post_grid]

Ratusan santri berkumpul memadati masjid mu’jizatul akbar pesantren aulia cendekia kampus a pada hari.

Ust. Dumyati, S.Pd.I memberikan sambutan saat sebelum acara muhasabah diri. Beliau mengajak seluruh santri untuk mengikuti acara ini dengan tertib dan khusu’. Kita berharap semoga setelah acara mauhasabah ini kita bisa menjadi lebih baik dan termotivasi untuk menjalani hidup dengan optimisme sehingga tidak cepat putus atas.

Sebelum bermuhasabah terlebih dahulu Ust. Subky memaparkan bagaimana hakekat manusia. Hakekat manusia di atas muka bumi laksana debu-debu yang menempel di atas kaca, sangat-sangat sementara manusia menempati muka bumi ini, maka dengan waktu yang sangat singkat ini mari kita manfaatkan semakmisaml mungkin untuk menjadi hamba-hamba Allah yang mendapatkan ridho dan rahmatnya. Jangan sampai kita kembali padaNya dengan penuh dosa dan kesalahan.

Setelah beberapa saat Ust. Subky mulai menyentuh batin para sntri dengan mengingat-ingat kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat, baik kepada kedua orang tua maupun kepara guru-guru. Mengingat betapa bersar jasa dan perngorbanan mereka dengan tanpa mempedulikan bagaimana keadaan mereka demi membahagiakan anak-anaknya.

Sementara kita disini, ujar beliau kepada santri, kita banyak membuang-buang waktu dengan bersenda gurau dan berpoya-poya, kita tidak pernah berfikir betapa sulitnya mereka mengais rizki dengan bercucuran keringat dibawah trik matahari dan kedinginan dikala malam.

Maka mulai saat ini, kita tekatkan dalam diri kita untuk menjadi lebih baik dengan memanfaatkan waktu untuk menimba ilmu serta berbakti kepada kedua orang tua sebelum mereka meninggalkan kita semua. Maka beruntunglah bagi kita yang kedua masih ada, sayangilah mereka, hormatilah mereka serta berbuatlah yang terbaik untuk membahagiakan mereka.

Sesaat kemudian, para santri diajak membayangkan, betapa banyak pengorbanan orangtua untuk mereka. Masing-masing santri pun akhirnya tidak kuasa menahan air matanya.

Romadho, salah satu santri kelas 12 mengatakan, bahwa dirinya merasa banyak dosa, baik kepada orang tua, guru dan teman. “Saya ingat kepada orang tua, banyak biaya yang beliau  keluarkan untuk saya sedangkan saya belum bisa berbuat sesuatu untuknya, tapi saat ini berusaha semangat belajar demi mereka”. Ia berharap, agar kiranya acara muhasabah diri ini menjadi agenda rutinan di pesantren Aulia Cendekia.



Tenaga Pendidik

JAM BUKA PERPUSTAKAAN
Perpustakaan :
Senin - Kamis
08.00-16.00
Sabtu
08.00-16.00