Pengangkatan K.H. Hendra Zainuddin Sebagai Mursyid Toriqoh Oleh K.H. Achmad Chalwani
Live Video



Kontak Person:
Ust. Halimi: 081271868060
Ust. Ahmadi Nejad: 081278575477
January 2018
S M T W T F S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Counter Visitor

Total Visitor todays: 37
Total Visitor yesterdays: 42
Total Visitor bulan ini: 314
Visitors Online: 1
Total Visitor: 114892

IMG-20170928-WA0002 IMG-20170928-WA0000 IMG-20170928-WA0001 IMG-20170918-WA0001 IMG-20170918-WA0002 IMG-20170918-WA0003 IMG-20170918-WA0005 21369119_2028665090690721_4292527398408628213_n 21369482_2028665264024037_4740794371314801778_n 21314818_2028665084024055_3387195230877157201_n 21463164_2028665340690696_1611132587812917610_n 21317732_2028664684024095_6208196708513158944_n

Oleh: H. Hendra Zainuddin. S.Ag, M.Pd.I
(Penulis Ketua PW Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Sumsel)

Mukaddimah
Seiring dengan dinamika umat Islam Indonesia, memasuki era tahun 1970-an, pesantren mengalami perubahan signifikan. Pesantren mengalami perkembangan kuantitas yang sangat menakjubkan, baik di wilayah pedesaan (rural), pinggiran kota (sub urban) maupun perkotaan (urban). Karena itu, tidak berlebihan bila Azyumardi Azra (1997) mengatakan pesantren mengalami ekspansi yang semula hanya rural based institution, kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan urban.

Pada awalnya memang pesantren bersikap “enggan dan rikuh” menerima modernisasi. Namun secara gradual pesantren juga melakukan adaptasi, akomodasi dan konsesi untuk kemudian menemukan pola yang dipandangnya cukup tepat guna menghadapi modernisasi yang berdampak luas. Modernisasi pesantren, baik berkaitan dengan sistem pendidikan maupun program sosialnya, pada dasarnya didorong oleh keinginan untuk menyahuti kebutuhan masyarakat. Hal ini inherent dengan sejarah berdirinya pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam indigeneous muncul dari pengalaman sosiologis masyarakat.

Di Sumatera Selatan saat ini pondok pesantren berjumlah sekitar + 349  pondok pesantren telah tampil sebagai salah satu lembaga pendidikan alternatif yang menawarkan berbagai bentuk pelayanan mulai dari pelayanan pendidikan dan dakwah sampai kepada peran-peran sosial yang lebih luas. Dengan demikian, perkembangan lembaga pendidikan Islam pesantren di Sumatera Selatan relatif cukup menggembirakan dan sangat potensial untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Pesantren di daerah ini telah memainkan peranan signifikan sebagai penyebar dan sekaligus memproduk ulama-ulama Islam. Selain itu, pesantren juga telah memelihara kontinuitas budaya lokal dan media transmisi ilmu-ilmu keislaman pada masyarakat lokal.

Walaupun potensi pondok pesantren di Sumatera Selatan relatif menggembirakan, namun sampai saat ini masih ada pondok pesantren yang belum menerapkan pengorganisasian dan sistem sesuai dengan standard manajemen pondok pesantren. Makalah ini secara berturut-turut  akan membahas hakikat dan unsur-unsur manajemen serta proses dan aspek-aspek pengorganisasian.

Download File



Tenaga Pendidik
K.H. Saiful Wardi,S.Th.I K. Matlawi, S.Th.I K.Sarwin,S.Ud K.H. Muslih Bashori Rustam Effendi,S.Ud Dumyati,S.Pd.I Joni Saputra al-Hafidz Munir,S.Pd.I Dzulkifli Ikang Fauzi,S.Ud Pak Mursal,S.Pd.I Ust. Achmad Fauzi


JAM BUKA PERPUSTAKAAN
Perpustakaan :
Senin - Kamis
08.00-16.00
Sabtu
08.00-16.00