Pengangkatan K.H. Hendra Zainuddin Sebagai Mursyid Toriqoh Oleh K.H. Achmad Chalwani
Live Video



Kontak Person:
Ust. Halimi: 081278300119
Ust. Ahmadi Nejad: 082337881513
November 2018
S M T W T F S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Counter Visitor

Total Visitor todays: 10
Total Visitor yesterdays: 16
Total Visitor bulan ini: 213
Visitors Online: 1
Total Visitor: 121820

[psc_print_post_grid]

Oleh: H. Hendra Zainuddin, M.Pd.I

  1. Shalat Dhuha memiliki nilai seperti nilai amalan sedekah yang diperlukan oleh 360 perdian tubuh dan orang yang melaksanakannya akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak persediaan itu. Rasulullah Saw. Bersabda: “Dan setiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setaip takbir adalah sedekah menyeruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dua raka’an Dhuha sebanding dengan pahala semua itu”. (HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)
  2. Shalat seorang di awal hari menjanjikan tercukupinya kebutuhan orang tersebut di akhir hari. Rasulullah Saw. Bersabda: “ Sesungguhnya Allah Azza Wa Jallah berfirman: Wahai anak Adam, cukupilah bagi-Ku empat raka’at di awal hari, maka Aku akan mencukupi di sore hari”.
  3. Shalat Dhuha bisa membuat orang yang melaksanakannya (atas izin Allah) meraih keuntungan dengan cepat. Rasulullah Saw. Bersabda:  “Barang siapa yang berwudhu’ kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat dengan tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghaniahnya dan llebih cepat kembalinya”.
  4. Orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha 12 raka’at akan diberi ganjaran oleh Allah berpa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak di akhirat. Rasulullah Saw. Bersabda: “Anas bin Malik berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. Bersabda, Siapa saja yang shalat Dhuha 12 raka’at, Allah akan membuatkan untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga. (HR. Ibnu Majah)
  5. Rang yang melaksanakan shalat Dhuha mendapatkan ahala hari dan umrah sempurna. Hadist Nabi Saw. “Dari Anas Ra. Berkata, Rasulullah Saw. Bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan shalat fajar (subuh) berjama’ah, kemudian ia duduk menginat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua raka’at (Dhuha), ia mendapatkan pahala seprti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna:
  6. Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa yang senang melakukannya walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Hadist Nabi: “Dari Abu Hurairah Ra. Nabi Muhammad Saw. Bersabda; Barang siapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan”. (HR. Tarmidzi)
  7. Bagi orang yang rutin melaksanakan shalat Dhuha ia akan dibuatkan pintu khusus di surga, yakni pintu Dhuha. Hadist Nabi Saw: “Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda; Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan pintu dhuha, bila datang hari kiamat malaikat penjaga surga memanggil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah”. (HR. Tabrani)
  8. Allah memerintahkan agar kita selalu bertasbih kepada-Nya di kala pagi dan sore. Shalat Dhuha merupakan sarana untuk kita bertasbih. Allah Swt. Berfirman:: “Sesungguhnya Kami menunndukkan gunung-gunugn untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi”.(An-Nur:36-37)
  9. Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. Suatu keharusan. Rasulullah Saw. Bersabda:  “Siapa yang menghidupkan sunnahku, maka dia telah mencintaiku dan siapa yang mencintaiku, maka ia layak bersamaku di surga”.
  10. Dhuha termasuk tiga sunnah yang tidak boleh ditinggalkan. Hadist Rasulullah Saw.: “Dari Abu Hurairah Ra, beliau berkata; Sahabatku (Rasulullah Saw) menasehatiku akan tiga hal (yang tidak pernah kutinggalkan hingga aku mati); puasa tiga hari setiap bulan (puasa bhidh), dua raka’at shalat Dhuha dan agar aku melaksanakan shalat witir sebelum tidur”.

TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT DHUHA

Shalat Dhuha dilaksanakan dua raka’at dua raka’at dan memberikansalam di setiap akhir dua raka’at tersebut. Ketika kita melaksanakan shalat Dhuhah lebih dari dua raka’at, kita tidak melaksankannya sekaligus empat raka’at, enam atau delapan rakaat dengan satu kali salam. Melainkan tetap dua raka’at dua raka’at dengan salam  pada masing-masing dua raka’at itu, dua salam jika empat raka’at; tiga salam jika enam raka’at, dan empat salam jika delapan raka’at.

Dari Ummu Hani Binti Abu Thalib, bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: shalat sunnah Dhuha pada saat penaklukan Makkah sebanyak delapan raka’at kemudian salam pada setip dua raka’at”.(HR. Ibnu Majjah)

NIAT SHALAT DHUHA

اُصَلِّي سُنَّةَ الضَّحَي رَكْْعَتَيٍنِ لِلَّهِ تَعَالَي

USHOLLI SUNNATAD DHUHAA RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

KEISTIMEWAAN BAGI ORANG YANG MELAKSANAKAN SHALAT DHUHA BERDASARKAN JUMLAH RAKAAT

  1. Orang yang mengerjakan shalat dhuha 2 raka’at tercatat sebagai orang yang tidak lalai
  2. Orang yang mengerjakan shalat dhuha 4 raka’at tercatat sebagai orang yang muhsinin (berbuat baik)
  3. Orang yang mengerjakan shalat dhuha 6 raka’at tercatat sebagai oarng yang taat
  4. Orang yang mengerjakan shalat dhuha 8 raka’at tercatat sebagai orang yang juara (sukses)
  5. Orang yang mengerjakan shalat dhuha 10 raka’at dosanya pada hari itu tidak dicatat
  6. Orang yang mengerjakan shalat dhuha 12 rakaat akan dibuatkan sebuah rumah yang indah di surga.


Tenaga Pendidik

JAM BUKA PERPUSTAKAAN
Perpustakaan :
Senin - Kamis
08.00-16.00
Sabtu
08.00-16.00