Pengangkatan K.H. Hendra Zainuddin Sebagai Mursyid Toriqoh Oleh K.H. Achmad Chalwani
Live Video



Kontak Person:
Ust. Halimi: 081278300119
Ust. Ahmadi Nejad: 082337881513
November 2018
S M T W T F S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Counter Visitor

Total Visitor todays: 16
Total Visitor yesterdays: 12
Total Visitor bulan ini: 185
Visitors Online: 1
Total Visitor: 121792

[psc_print_post_grid]

Oleh: Hendra Zainuddien

BAGI PARA PENGHAFAL AL-QUR’AN

PESANTREN AULIA CENDEKIA PALEMBANG

Untuk para Santri Pesantren Aulia Cendekia Palembang

Sesungguhnya Allah telah memuliakan umat Islam dengan menurunkan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya kalam, paling mulianya ilmu yang dikandungnya dan ia merupakan mu’jizat terbesar yang diberikan kepada Rasullullah. Keotentikannya dapat dipertahankan dan cahayanya mampu menerangi alam semesta. Didalamnya penuh dengan berkah, hikmah, rahmat, dan terkandung apa saja yang diperlukan manusia sebagai way of life-nya.

Camkan dan Renungkanlah…………!

? Mungkin ada orang berbangga diri dengan mempunyai keluarga terpandang, dapat berteman dengan para menteri atau presiden. Tapi justru kamu harus lebih berbangga hati dengan Al-Qur’an yang dapat menjadikan kamu keluarga Allah yang diistimewakan dan menjadi dekat dengan-Nya; Sang Pencipta menteri, presiden dan seluruh alam.

“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia”. Rasullullah ditany, siapakah mereka ? Beliau menjawab, yaitu Ahlul Qur’an mereka adalah keluarga dan orang-orang yang diistimewakan Allah” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah. Hadis Shahih)

? Mungkin ada orang berbangga diri dengan terpilihnya sebagai anggota Dewan atau Kepala Negara yang dipilih langsung oleh rakyat. Tapi justru kamu harus lebih berbangga hati dengan Al-Qur’an, yang dengan menghafalnya dapat menjadikan kamu sebagai Pilihan Allah.

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya kamilah yang menjaganya”. (Al-Hijr : 9)

Allah memakai dhamir “Nahnu”, jadi Allah melibatkan manusia yang dipilihnya untuk menjaga kalam-Nya.

“Kemudian kitab ini kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih diantara hamba-hamba Kami…….” (Fathir : 32)

? Mungkin ada orang berbangga diri dengan kekayaan, perhiasan atau binatang-binatang ternaknya sehingga masyarakat pun menyebutnya sebagai orang yang sangat kaya raya, dan dengan hartanya dia bisa memberikan apa saja pada orang tuanya agar keduanya bahagia.Tapi justru kamu harus lebih berbangga hati dengan Al-Qur’an yang dengannya kamu disebut Allah sebagai orang yang lebih kaya dari mereka, dan kamupun akan memakai jubah dan mahkota kehormatan yang nilainya lebih berharga dari pada seluruh harta benda yang ada didalam dunia serta dengan kekayaanmu, kamu dapat memberikan jubah kehormatan pada orang tuamu.

‘Orang yang hafal Al-Qur’an pada hari kiamat nanti akan datang (bersama Al-Qur’an) dan Al-Qur’an berkata “Wahai Tuhan pakaikanlah diia”. Orang tersebut diberi mahkota kemuliaan. “Al-Qur’an berkata lagi, “ Wahai Tuhan tambahilah pakaiannya”. Kemudian dipakaikan jubah kemuliaan (H.R. Turmudzi, Hadis Hasan)

“… dan kedua orang tuanya dipakaikan jubah kehormatan yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya; “Mengapa kami dipakaikan jubah ini”, Maka dijawab; “Karena kalian berdia memerintahkan anak kalian untuk mempelajari (menghafal) Al-Qur’an” (H.R. Al-Hakim, ia menilai hadis shahih dan disetujui Adzahabi)

? Mungkin ada orang yang senang dengan tinggal di hotel berbintang dan menginginkan kamar yang istimewa ditingkat tinggi. Tapi justru kamu harus lebih senang dengan AL-Qur’an, yang dengan menghafalnya dapat mengantarkan kamu ke tingkat tertinggi bersama para malaikat di surga.

“Jumlah tingkatan-tingkatan surga itu sama dengan jumlah ayat-ayat Al-Qur’an maka tingkatan surga yang dimasuki oleh Ahlul Qur’an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada lagi tingkatan sesudahnya”. ( H.R. Baihaqi. Hadis Hasan)

“Dan perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an sedang ia hafal, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (H.R. Bukhari dan Muslim. Hadis Shahih)

? Mungkin ada orang yang berbangga diri dengan namanya yang disebut-sebut atau dipuji oleh masyarakat karena prestasinya. Tapi justru kamu harus lebih berbangga hati dengan Al-Qur’an yang dengan membaca dan mempelajarinya maka namamu akan disebut-sebut dan dipuji oleh Allah dihadapan kalangan malaikat dan rahmat Allah pun selalu meliputimu.

“Tidak ada orang-orang yang berkumpul disalah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, kecuali mereka akan memperoleh ketentraman, diliputi rahmat, dikitari malaikat, dan nama-nama mereka disebut-sebut oleh Allah di kalangan malaikat” (H.R. Muslim dan Turmidzi. Hadis Shahih).

? Mungkin ada orang yang senang dengan tanamanya yang luas nan bagus dan siap dipanen untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tapi justru kamu harus lebih senang dengan Al-Qur’an, yang dengannya kamu bisa memanen pahala sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan kamu yang abadi dan kamupun memperoleh panenan (anugrah) yang terbaik.

“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka ia memperoleh satu amal kebajikan, dan pahala satu amal kebajikan dilipatkan menjadi sepuluh kali”. (H.R Turmizi dan Ad-Darimi. Hadis Shahih).

“Wahai Abu Dzar ! kamu pergi untuk mempelajari satu ayat AL_Qur’an itu lebih baik dari pada kamu shalat 100 rakaat”. (H.R Ibnu Majah. Hadis Hasan).

? Mungkin ada orang yang membutuhkan seorang penolong dalam setiap pertempuran menghadapi musuh dan menyiapkan bekal pertempuran dengan sebaik-baiknya untuk memenangkan pertempuran. Tapi justru kamu harus lebih membutuhkan Al-Qur’an sebagai penolong dan pembela untuk menghadapi gelap dan sempitnya kuburan, dahsyatnya hati kiamat, dan bekal untuk mnenghadapi mahkamah Raja Diraja Tuhan Semesta Alam.

“Al-Qur’an adalah pemberi syafa’at yang syafa’atnya pasti diterima, dan sebagai penuntut yang tuntutannya dibenarkan”. (H.R. Ibnu Hibban dan Al-Hakim menshahihkannya)

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia pada hari kiamat nanti akan datang untuk memberi syafaat9pertolongan) pada para pembacanya”. (H,R. Muslim. Hadis Shahih)

“Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap ALLah dengan membawa sesuatu yang paling baik dari pada yang berasal dari pada-Nya, yaitu Al-Qur’an”. (H.R. Turmidzi,Abu Daud dan Al-Hakim menshahihkannya).

? Akhirnya, pertaruhkanlah jiwa ragamu untuk menggapai cinta Al-Qur’an, rayulah ia dengan sebaik-baiknya rayuan hingga mencintaimu. Lalu yakinkan dalam hati ia akan menjadi milikmu sampai di kehidupan yang akan datang. Janganlah rela ia meninggalkanmu karena kelalaian, maka berbuatlah apa saja untuk mendapatkan cintanya kembali walaupun penuh rintangan.

? Demi cinta kita pada Al-Qur’an, kemanapun kita pergi ia selalu bersama dihati. Kemanapun kita berada ia selalu menghiasi lidah. Karena cinta padanya, langkahpun terasa merapuh tanpa si dia jiwa menjadi menggelora jika sesaat tidak berjumpa dengannya, rindu semakin bertalu-talu jika tidak bertemu, dan dunia juga ikut jadi sepi jika ia tidak ada disisi.

Talang Jambe, 8 Juni 2007

PESANTREN AULIA CENDEKIA PALEMBANG



Tenaga Pendidik

JAM BUKA PERPUSTAKAAN
Perpustakaan :
Senin - Kamis
08.00-16.00
Sabtu
08.00-16.00