Pengangkatan K.H. Hendra Zainuddin Sebagai Mursyid Toriqoh Oleh K.H. Achmad Chalwani
Live Video



Kontak Person:
Ust. Halimi: 081271868060
Ust. Ahmadi Nejad: 081278575477
January 2018
S M T W T F S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Counter Visitor

Total Visitor todays: 37
Total Visitor yesterdays: 42
Total Visitor bulan ini: 314
Visitors Online: 1
Total Visitor: 114892

IMG-20170928-WA0002 IMG-20170928-WA0000 IMG-20170928-WA0001 IMG-20170918-WA0001 IMG-20170918-WA0002 IMG-20170918-WA0003 IMG-20170918-WA0005 21369119_2028665090690721_4292527398408628213_n 21369482_2028665264024037_4740794371314801778_n 21314818_2028665084024055_3387195230877157201_n 21463164_2028665340690696_1611132587812917610_n 21317732_2028664684024095_6208196708513158944_n

Muhadoroh atau latihan pidato adalah salah satu  kegiatan ekstra kurikuler yang ada di pesantren Aulia Cendekia.

Kegiatan yang dilaksanakan tiap malam  minggu ini bertujuan menjadi media untuk meningkatkan bakat para santri untuk berani bicara di depan umum bahkan diharapkan dapat mencetak seorang da’I yang profesional.

Kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh santri ini sudah lama berlangsung sejak awal berdirinya Pesantren Aulia Cendekia.

Menjadi seorang da’I yang profesional bukanlah hal yang mudah atau instan, karena sangat membutuhkan kebiasaan, keberaninan dan ketekunan selain memiliki wawasan yang luas.

Terus membiasakan berbicara di depan umum merupakan salah satu modal untuk menjadi seorang da’I, karena dengan terus berlatih dan berlatih akan menanamkan kebiasan mempunyai mental yang kuat ketika berada di depan orang banyak.

Sudah menjadi anggapan umum bahwa seorang alumni lulusan pesantren adalah pandai berpidato walaupun anggapan ini tidak seratus persen benar, karena terbukti tidak sedikit juga alumni pesantren justru kurang memiliki keberanian berbicara di depan umum atau berpidato.

Salah satu penyebab hal ini terjadi adalah karena kurangnya latihan dan membiasakan berbicara di depan umum, oleh sebab keberanian berbicara di depan umum harus terus dibiasakan sehingga benar-benar menjadi sebuah kebiasaan.

Penulis terus teringat pesan dari seorang kiai Pimpinan Pesantren Al-Amien Prenduan, beliau mengatakan: bahwa seorang pemimpin itu bisa dicipatakan. Nah dari kata inilah bahawa  tidak menutup kemungkinan bahwa seorang da’I juga bisa diciptakan. Yang tentunya banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya, kebiasan, latihan, dan dukungan dari semua pihak.

Namun yang perlu diingat bahwa latihan pidato atau muhadoroh ini hanyalah salah satu dari banyak kegiatan yang membantu tercapaiknya pendidikan formal. Oleh sebab itu kita tidak boleh teralihkan apa lagi lalai dari kegiatan-kegiatan formal (KBM).

Maka dari itu kegiatan ekstra kulikuler ini ditutup sementara ketika jelang ujian berlangsung. Seperti di bawah ini adalah dokumentasi dari kegiatan penutupan muhadoroh atau latihan pesantren.



Tenaga Pendidik
K.H. Saiful Wardi,S.Th.I K. Matlawi, S.Th.I K.Sarwin,S.Ud K.H. Muslih Bashori Rustam Effendi,S.Ud Dumyati,S.Pd.I Joni Saputra al-Hafidz Munir,S.Pd.I Dzulkifli Ikang Fauzi,S.Ud Pak Mursal,S.Pd.I Ust. Achmad Fauzi


JAM BUKA PERPUSTAKAAN
Perpustakaan :
Senin - Kamis
08.00-16.00
Sabtu
08.00-16.00