Pengangkatan K.H. Hendra Zainuddin Sebagai Mursyid Toriqoh Oleh K.H. Achmad Chalwani
Live Video



Kontak Person:
Ust. Halimi: 081278300119
Ust. Ahmadi Nejad: 082337881513
August 2018
S M T W T F S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Counter Visitor

Total Visitor todays: 15
Total Visitor yesterdays: 14
Total Visitor bulan ini: 489
Visitors Online: 1
Total Visitor: 120236

[psc_print_post_grid]

Latar Belakang
Pesantren dalam lembaga pendidikan di Indonesia merupakan sistem pendidikan tertua saat ini dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia yang Indigenous (asli). Pendidikan ini semula merupakan pendidikan agama Islam klasik yang mulai sejak munculnya masyarakat islam di nusantara pada abad ke- 13. pesantren adalah warisan sejarah masa lalu yang harus dilestarikan. Peran dan fungsi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang cultural dan lahir dari kebutuhan masyarakat tidak perlu lagi diragukan. Sejarah telah mencatat pesantren telah banyak melahirkan banyak kader bangsa sebagai alumni pesantren.

Pesantren dengan berbagai macam basisnya yang ada di Indonesia menambah keyakinan potensi pesantren sangat penting. Misalnya: 1) Pesantren berbasis agama, 2) Pesantren berbasis modern seperti keahlian bidang bahasa Arab dan Inggris, 3) Pesantren berbasis ilmu pengetahuan, 4) Pesantren berbasis teknologi dan informasi. Pesantren berbasis ekonomi dan berbagai macam pesantren yang sudah ada di bumi nusantara ini merupakan fenomena nyata yang sangat menarik untuk dilestarikan dan dikembangkan.
Alumni pesantren tidak perlu lagi diragukan kapabelitasnya di tengah-tengah masyarakat. Banyak sudah bukti yang ditunjukkan oleh lembaga pesantren. Pesantren telah melahirkan alumni yang berkepribadian kompleks dan profesional. Hingga hari ini, pesantren telah melahirkan alumni yang berkualitas dari berbagai macam keahlian. Aneka ragam keahlian ini menunjukkan kualitas alumni perlu dikembangkan. Misalnya, dalam bidang pencerahan masyarakat sebagai juru dakwah pun menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai juru dakwah sangat dibutuhkan ulama’ yang shaleh dan cendekia yang hafal Al-Qur’an beserta Qur’annya Serta mampu mengaktualisasikannya dalam masyarakat. Karenanya, diperlukan pesantren yang sesuai dengan keahliannya.

Oleh sebab itu, muncul keinginan dan inisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan pesantren yang menciptakan ulama’ yang cendekia. Karena bidang keahlian ulama’ cendekia dalam bidang hafalan Al-Qur’an, ulumul Qur’an dan bahasa Arab adalah kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan kader bangsa. Karenanya, untuk mendapatkan sumber daya insani yang tangguh dan terlatih serta mampu bekerja keras, berpikir cerdas dan berhati ikhlas, maka pesantren ini dirancang sedemikian rupa agar mampu mencapai nilai optimal, baik yang berkaitan nilai lahir maupun nilai ruhani. Semuanya, untuk menciptakan kader ulama yang handal, profrsional dan bermutu. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah dengan cara menampilkan contoh suri tauladan, program pesantren yangberbasiskan kepada keahlian dalam ibadah sosial kemasyarakatan.

Berdasarkan pemikiran diatas, maka kehadiran pesantren yang berbasiskan ilmu keagamaan yang bernama “Pesantren Aulia Cendekia” sangat diharapkan keberadaannya oleh masyarakat dalam rangka untuk menyiapkan generasi masa depan yang dapat memiliki kompetensi khusus menjadi imam, khatib dan hafidz yang cerdas dan ikhlas.

Oleh: Hendra Zainuddien,M.Pd.I



Tenaga Pendidik

JAM BUKA PERPUSTAKAAN
Perpustakaan :
Senin - Kamis
08.00-16.00
Sabtu
08.00-16.00