Terima kasih atas kunjungan Anda di Website Pesantren Aulia Cendekia. dan kami mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan. Saat ini Kami terus dalam penyempurnaan

SOSIALISASI KESEHATAN

PEMBUKAAN PORSENI KE-VI

PEMBUKAAN PORSENI KE-VI

PENUTUPAN PORSENI KE-VI

PENUTUPAN PORSENI KE-VI

Selamat Datang Di Website Pesantren Aulia Cendekia

SERAH TERIMA JABATAN KEPENGURUSAN IKSA

Share Pesantren Aulia Cendekia menggelar serah terima jabatan dan pelantikan kepengurusan IKSA (Ikatan Santri Aulia Cendekia) tahun 2013-2014 di masjid Mu’jizatul Akbar Talang Jambe Sukarami Palembang. Acara ini merupakan acara lanjutan setelah Acara Pemilihan Ketua IKSA satu pekan yang lalu. Acara yang langsung dipimpin oleh Pengasuh Pesantren Aulia Cendekia ini merupakan acara rutin tahunan setiap kali menjelang UAN. Hal ini diharapkan agar siswa kelas akhir lebih bisa berkonsentrasi menghadapi… Continue reading

ALAT TULIS KANTOR (ATK) AULIA CENDEKIA

Share Pesantren Aulia Cendekia umurnya memang masih sangat sangat mudah, pesantren yang baru berumur 4 tahun ini mampu menjadi kepercayaan masyarakat banyak, tidak hanya itu dukungan demi dukunganpun diberikan masyarakat untuk membangun dan memajukan Pesantren Aulia Cendekia. Seiring dengan perkembangan Pesantren Aulia Cendekia yang semakin pesat tentunya tidak sedikit pula kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dan dilengkapi. Baik kebutuhan para siswa, dewan guru serta kebutuhan madrasah lainnya. Maka pada awal… Continue reading

PEMILIHAN KETUA IKSA

Share Pemilihan ketua IKSA yang diselenggarakan di Masjid Mu’jizatul Akbar Pesantren Aulia Cendekia mendapatkan sambutkan meriah dari para santri, para dewan guru termasuk pengasuh Pesantren Aulia Cendekia H.Saiful Wardi, S.Th.I. Pemilihan ketua IKSA yang diselenggarakan setelah shalat isya’ ini alhamdulillah berjalan dengan lancar meskipun diguyur hujan deras. Dalam pemilihan ketua IKSA diikuti oleh empat kandidat yang masing-masing dari santri kelas XI yakni Zahid Ridho Ahmad (Tangerang), Muhammad Sholihin (Tanjung… Continue reading
Halaman: 18 of 31« First...10...1617181920...30...Last »

Hp: 082176448776
Lihat Profil Lengkap ...
Kata Mutiara
Jika kamu berbuat keburukan sembunyi-sembunyi, maka berbuat baiklah sembunyi-sembunyi. Dan jika kamu berbuat keburukan terang-terangan, maka berbuat baiklah terang-terangan agar keburukan itu dapat terhapus oleh kebaikan
-------------------------------
Wahai saudara dari bani Abs, Ilmu itu banyak sedangkan umur itu pendek, maka ambillah ilmu yang kamu butuhkan dalam urusan agamamu dan tinggalkan yang lainnya. Jangan kamu pedulikan (Salman al-Farisi ra.)
-------------------------------
Umar bin Khattab ra. (Shabat, Madinah, w.23 H. di Madinah) Ahnaf berkata, Umar bin Khattab ra. Pernah menasihatiku, “Wahai Ahnaf, barangsiapa yang banyak tertawanya maka berkuranglah kewibawaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan, barangsiapa yang sering melakukan sesuatu maka dia akan dikenal dengannya, barangsiapa yang banyak salah maka sedikitlah rasa malunya, barangsiapa yang sedikit rasa malunya maka sedikitlah wara’nya dan barangsiapa yang sedikti wara’nya maka hatinya telah mati.”
-------------------------------
Ali bin Abi Thalib ra. (Sahabat, Madinah, w.40 H.) Dari Muhajir bin Umari berkata, Ali bin Abi Thalib ra. Berkata, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menghalangi kebenaran, sedangkan panjang angan-angan bisa melupakan seseorang dari akhirat. Ketahuilah bahwa dunia berpaling menjauh dan akhirat kian mendekat, dan masing-masing memiliki pengikut maka jadilah kalian pengikut akhirat, dan jangan menjadi pengikut dunia. Sesungguhnya hari ini adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, dan esok (di akhirat) adalah waktu hisab bukan waktu untuk beramal.”
-------------------------------
Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran (tabi’ul atba’, Mekah) Tidak termasuk cinta dunia bila kamu mencari sesuatu yang seharusnya kamu miliki
-------------------------------
Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I (Tabi’ul atba’, Mekah) Amalan yang paling berat itu ada tiga: dermawan saat mengalami kekurangan harta, bersikap wara’ ketika sedang sendirian, dan menyuarakan kebenaran di hadapan orang yang diharapkan (bantuannya) dan ditakuti.
-------------------------------
Thawud bin Kaisan (Tabi’in, Yaman) Twahus berkata kepada Atha’, Wahai Atha’, janganlah kamu menggantungkan hajatmu kepada orang yang menutup pintu-pintunya darimu dan menaruh para penjaga di depannya. Tetapi serahkanlah ia kepada Dzat yang pintu-Nya selalu terbuka untukmu hingga hari kiamat. Dia memerintahkanmu untuk berdoa kepada-Nya danmenjamin akan mengabulkan doamu.
-------------------------------
Wahab bin Munabbih (Tabi’in, Yaman) Apabila ada seseorang yang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu maka janganlah kamu merasa aman dari caciannya dengan apa yang tidak ada pada dirimu juga.
-------------------------------
Sari As-Saqathi (setelah tabi’ul atbah’, Bagdad) Kekuaan yang paling besar adalah kemampuanmu untuk mengalahkan dirimu sendiri. Barangsiapa yang tidak kuasa mendidik dirinya maka dia lebih tidak mampu untuk mendidik orang lain. Dan barang siapa yang taat kepada atasannya niscaya dia akan ditaati oleh bawahannya, dan barangsiapa yang takut kepada Allah, segala sesuatu akan takut kepadanya. Ada tiga perkara yang apabila ketiganya terdapat dalam diri seseorang maka imannya telah sempurna, yaitu orang yang ketika marah, kemarahannya tidak sampai mengeluarkannya dari kebenaran, orang yang ketika ridha, keridhaannya tidak samapai menggelincirkannya pada kebatilan, dan saat dia memiliki kemampuan, dia tidak mengambil apa yang bukan miliknya.
-------------------------------
Muhammad bin Muhammad bin Isa (setelah tabi’ul atba’, Bagdad) Kebinasaan manusia terletak pada dua sikap: sibuk dengan ibadah sunnah dengan menyia-nyiakan ibadah wajib serta beramal dengan jasad tanpa persetujuan (kehadiran) hati. Mereka terhalang untuk sampai tujuan karena menelantarkan hal-hal yang pokok.
-------------------------------
Junaid bin Muhammad (setelah tabi’ul atba’, Bagdad) Tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Dia menyibukkan hamba itu dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. Berhati-hatilah kamu dari menjadi orang yang banyak dipuji tetapi banyak menyembunyikan aib.

Guru Aulia Cendekia 2013

HALIMI (Medium)

Counter Visitor

Total Visitor todays: 91
Total Visitor yesterdays: 82
Total Visitor bulan ini: 2751
Visitors Online: 3
Total Visitor: 42877