Terima kasih atas kunjungan Anda di Website Pesantren Aulia Cendekia. dan kami mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan. Saat ini Kami terus dalam penyempurnaan

Lomba Pencak Silat Aulia Cendekia

Lomba Pencak Silat Aulia Cendekia

Silaturahmi Azhari Abu-Elreish

Silaturahmi Azhari Abu-Elreish

HUT ke-4 Majelis Taklim Aulia Cendekia

HUT ke-4  Majelis Taklim Aulia Cendekia

Selamat Datang Di Website Pesantren Aulia Cendekia

RENOVASI DAN REKONSTRUKSI

Share Sebuah pepatah mengatakan bahwa menjaga dan melestarikan apa yang kita miliki adalah lebih sulit daripada saat hendak memilikinya. Pepatah tersebut tentunya bukan hanya sekedar untuk dijadikan selogan semata, namun yang lebih penting adalah bagaimana pepatah tersebut seharusnya dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga dan memelihara apa yang kita miliki tidaklah terlalu sulit dilaksanakan asalakan mendapat dukungan serta kerja sama oleh semua pihak dan kalangan. Seperti terhadap bangunan dan… Continue reading

Tradisi Setelah Liburan Semester Ganjil

Share Setelah melewati liburan selama kurang lebih dua minggu para santri Pesantren Aulia Cendekia kembali beraktivitas belajar mengajar seperti biasa. Namun sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan terlebih dahulu para santri melakukan pembersihan area sekitar pesantren. Hal ini merupakan salah satu bentuk pendidikan untuk menanamkan kecintaan para santri terhadap kebersihan lingkungan. Di bawah ini terlihat Pengasuh sedang memberikan arahan kepada para santri saat melakukan pembersihan.

Bengkel Pesantren

Share Bengkel Pesantren Aulia Cendekia yang baru berdiri pada akhir tahun 2012 ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan baik para santri, guru ataupun dari masyarakat pada umumnya. Bengkel yang berada di area pesantren ini tidak hanya dapat dinikmati oleh para santri Aulia Cendekia saja lebih daripada itu bengkel ini juga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan terutama masyarakat di sekitar pesantren. Bengkel ini selain menjadi salah satu sumber ekonomi… Continue reading
Halaman: 18 of 28« First...10...1617181920...Last »

Hp: 082176448776
Lihat Profil Lengkap ...
Kata Mutiara
Jika kamu berbuat keburukan sembunyi-sembunyi, maka berbuat baiklah sembunyi-sembunyi. Dan jika kamu berbuat keburukan terang-terangan, maka berbuat baiklah terang-terangan agar keburukan itu dapat terhapus oleh kebaikan
-------------------------------
Wahai saudara dari bani Abs, Ilmu itu banyak sedangkan umur itu pendek, maka ambillah ilmu yang kamu butuhkan dalam urusan agamamu dan tinggalkan yang lainnya. Jangan kamu pedulikan (Salman al-Farisi ra.)
-------------------------------
Umar bin Khattab ra. (Shabat, Madinah, w.23 H. di Madinah) Ahnaf berkata, Umar bin Khattab ra. Pernah menasihatiku, “Wahai Ahnaf, barangsiapa yang banyak tertawanya maka berkuranglah kewibawaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan, barangsiapa yang sering melakukan sesuatu maka dia akan dikenal dengannya, barangsiapa yang banyak salah maka sedikitlah rasa malunya, barangsiapa yang sedikit rasa malunya maka sedikitlah wara’nya dan barangsiapa yang sedikti wara’nya maka hatinya telah mati.”
-------------------------------
Ali bin Abi Thalib ra. (Sahabat, Madinah, w.40 H.) Dari Muhajir bin Umari berkata, Ali bin Abi Thalib ra. Berkata, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menghalangi kebenaran, sedangkan panjang angan-angan bisa melupakan seseorang dari akhirat. Ketahuilah bahwa dunia berpaling menjauh dan akhirat kian mendekat, dan masing-masing memiliki pengikut maka jadilah kalian pengikut akhirat, dan jangan menjadi pengikut dunia. Sesungguhnya hari ini adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, dan esok (di akhirat) adalah waktu hisab bukan waktu untuk beramal.”
-------------------------------
Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran (tabi’ul atba’, Mekah) Tidak termasuk cinta dunia bila kamu mencari sesuatu yang seharusnya kamu miliki
-------------------------------
Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I (Tabi’ul atba’, Mekah) Amalan yang paling berat itu ada tiga: dermawan saat mengalami kekurangan harta, bersikap wara’ ketika sedang sendirian, dan menyuarakan kebenaran di hadapan orang yang diharapkan (bantuannya) dan ditakuti.
-------------------------------
Thawud bin Kaisan (Tabi’in, Yaman) Twahus berkata kepada Atha’, Wahai Atha’, janganlah kamu menggantungkan hajatmu kepada orang yang menutup pintu-pintunya darimu dan menaruh para penjaga di depannya. Tetapi serahkanlah ia kepada Dzat yang pintu-Nya selalu terbuka untukmu hingga hari kiamat. Dia memerintahkanmu untuk berdoa kepada-Nya danmenjamin akan mengabulkan doamu.
-------------------------------
Wahab bin Munabbih (Tabi’in, Yaman) Apabila ada seseorang yang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu maka janganlah kamu merasa aman dari caciannya dengan apa yang tidak ada pada dirimu juga.
-------------------------------
Sari As-Saqathi (setelah tabi’ul atbah’, Bagdad) Kekuaan yang paling besar adalah kemampuanmu untuk mengalahkan dirimu sendiri. Barangsiapa yang tidak kuasa mendidik dirinya maka dia lebih tidak mampu untuk mendidik orang lain. Dan barang siapa yang taat kepada atasannya niscaya dia akan ditaati oleh bawahannya, dan barangsiapa yang takut kepada Allah, segala sesuatu akan takut kepadanya. Ada tiga perkara yang apabila ketiganya terdapat dalam diri seseorang maka imannya telah sempurna, yaitu orang yang ketika marah, kemarahannya tidak sampai mengeluarkannya dari kebenaran, orang yang ketika ridha, keridhaannya tidak samapai menggelincirkannya pada kebatilan, dan saat dia memiliki kemampuan, dia tidak mengambil apa yang bukan miliknya.
-------------------------------
Muhammad bin Muhammad bin Isa (setelah tabi’ul atba’, Bagdad) Kebinasaan manusia terletak pada dua sikap: sibuk dengan ibadah sunnah dengan menyia-nyiakan ibadah wajib serta beramal dengan jasad tanpa persetujuan (kehadiran) hati. Mereka terhalang untuk sampai tujuan karena menelantarkan hal-hal yang pokok.
-------------------------------
Junaid bin Muhammad (setelah tabi’ul atba’, Bagdad) Tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Dia menyibukkan hamba itu dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. Berhati-hatilah kamu dari menjadi orang yang banyak dipuji tetapi banyak menyembunyikan aib.

Guru Aulia Cendekia 2013

neti

Counter Visitor

Total Visitor todays: 18
Total Visitor yesterdays: 34
Total Visitor bulan ini: 1030
Visitors Online: 1
Total Visitor: 27750