Wisata Religi Penuhi Dahaga Spiritual

Mengambil beragam hikmah dengan berwisata, dengan tidak menjadikan berwisata hanya sekedar menghilangkan rasa jenuh dari rutinitas atau pekerjaan yang menyita pikiran atau sekadar jalan-jalan untuk menyegarkan otak.

Sebagaimana yang diungkap oleh Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Aulia Cendekia, bahwa hal yang paling urgen dari berwisata adalah untuk memperkaya wawasan keagamaan dan memperdalam rasa spiritual. Karena, bagaimanapun, perjalanan keagamaan dilakukan untuk memenuhi dahaga spiritual, agar jiwa yang kering kembali basah oleh hikmah-hikmah religi.

Wisata religi bukan sekadar rekreasi biasa yang cenderung untuk keperluan bersenang-senang atau “berleha-leha” di tempat wisata. Namun, wisata ini lebih bagaimana kita memaknai spiritual dari sebuah tempat wisata yang kental dengan nilai-nilai sejarah.

Artinya, tempat-tempat wisata yang menjadi tujuan wisata religi tidak terbatas pada makam-makam para wali saja, namun mencakup setiap tempat yang bisa menggairahkan cita rasa religiusitas, atau bisa menyegarkan dahaga spiritual wisatawan, baik itu pemakaman para wali, museum-museum kesejarahan Islam, atau tempat apapun yang bisa menyampaikan kita pada tujuan yang dikehendaki dalam wisata religi.